Thursday, February 10, 2011

Untukmu Calon Imamku


Calon Imamku,pemimpin hati dan penuntun jiwaku
Disetiap desiran nafas dan detak jantungku
Kupinta hadirmu menuntunku menuju bahagia
Ke arah satu menggapai ridha Illahi

Di setiap munajat pagi siang malamku
Kupinta kau hadir menemaniku
Menghapus sepi hati relung sanubari
Meringankan berat langkah kaki
Menemani tawa dan sedih

Disetiap lisan pintaku
Hanyalah adanya dirimu
Melalui rintangan dengan kebersamaan
Melewati cobaan dengan senyuman
Menghalangi godaan dengan kesetiaan
Menemui ujian dengan keikhlasan
Hingga kita bahagia kembali bersamaa ke haribaan NYA

Seiring lambatnya waktu kedatanganmu
Kau selalu hadir mengusik hati dan pikiran
Hati meratap bila kiranya kau datang padaku
Pikiran merana betapa lamanya ku menunggu hadirmu
Lisan mengeluh kapan datangmu
Pada rentang waktu saat menantimu
Tak sedikit mengalirkan butiran mutiara dari mataku

Kasihku...
Hadirmu..adamu..hadirmu..dan adamu...
Selalu itu yang kumau ‘tanpa sedetikpun ku mengingat
Adakah ku hadir untukmu
Adakah ku selalu disampingmu
Adakah ku ada saat kau rapuh
Adakah ku hadir saat lelahmu
Adakah ku berpikir kau juga menanti dan merindukanku
Dan segera datang menjemputku??
Tidak...semua hanya tentang diriku

Dikala hati dan pikiran jernih
Kusadari ..kau belum menemuiku
Belum merindukan..belum mejemputku
Bukan karena kau tak rindu dan bukan karena kau tak ingin
Dalam diam kau tunjukkan ku
Tuk hilangkan sifat ketergesaanku dan perluas kesabaranku
Memusnahkan kelemahan dan pertebal keihlasanku
Hanguskan egois dan posesifku
Perkokoh rasa kepercayaanku padamu

Dalam diam bertanya di setiap munajatku
Pernahkah kupinta agar kumengertimu? Memahamimu? Menyanyangimu?
Mencintaimu? Selalu ada untukmu?
Tidak...belum pernah kulakukan semua itu

Sayangku , calon pemimpinku
Kuakui aku hanya memintamu
Memintamu dan meminta hadirmu
Semua harapan dan doa hanya untukku
Egoisnya aku

Pantas kiranya kau belum menemuiku
Pantas kiranya kau belum menemaniku
Pantas kiranya kau belum merinduku
Pantas kiranya kau belum mejemputku
Dan pantas kiranya kau belum memimpinku

Belajar mencintaimu dan mendambamu dalam hening dan diam
Adalah cara terbaik yang kulaku dan kau ajarkan saat ini
Dalam hening ku lebih jernih memikirkan tentang kita
Dalam diam ku lebih tenang menjaga hati kita
Dalam diam menanti ku lebih bangga menjaga kesucian kita
Ya...tentang KITA
Bukan tentang aku atau tentang kamu
Dalam diam dan hening ku lebih jujur merasakan kehadiranmu
Walau kadang hati rapuh dilanda rindu menyelubungi kalbu

Ya Rabb
Berikanlah ku kesabaran dalam belajar memahami dan menanti
Berilahku keikhlasan dalam menghadapi cobaan dan segala rintangan selama menanti

Ya Rabb
Untuk dia yang KAU pilih menjadi Imamku
Salam hormat, rindu dan sayangku untuknya


Hamba mohon ya Rabb
Berikanlah Imamku keteguhan hati dalam memperjuangkan masa depan kami
Sejak saat ini sebelum KAU mempertemukankan kami
Berilah imamku kesabaran dalam ketaqwaaan
untuk membimbingku  mengarungi rumah tangga
berilah imamku keikhlasan dalam menerima kekurangan, ketergesaan dan keegoisanku
berilah imamku kekuatan dan ilmu untuk melindungi dan mendidikku
berilah imamku senyuman untuk membawaku serta dalam kebahagian
berilah imamku ketulusan hati yang selalu KAU limpahi cinta kasih dan sayang
agar kelak dia menularkan cinta kasih dan sayangnya padaku dan penerus kami
berilah imamku rizky yang halal dan barakah agar kelak kami dinafkahi dengan segalah yang KAU ridhai
berilah imamku segala yang terbaik dari MU ya Rabb
Agar saat ini ku mengerti KAU memberiku waktu untuk memperbaiki diri menjadi yang lebih baik bagi insan terbaik yang KAU pilihkan sebagai imamku
Bukan karena KAU memaksaku tuk lebih lama menanti tetapi KAU beri waktu agar kelak ku tak mengecewakan imamku
Pemimpin terbaik yang KAU pilihkan untuk menggandengku menikmati dan mensyukuri kebahagian di surga MU

Sayangku, aku rindu
Datanglah karena kuingin berbagi kebahagiaan dan bersandar di bahu mu
Datanglah karena kubutuh ketenanganmu meredakan kegelisahanku
Sayang...aku rindu dan ku kan selalu menunggumu
Dalam diam dan hening kan ku nikmati kesabaran dalam mencintaimu
Kelakmasa penantianku kan ku ceritakan segalanya padamu
Tentang KITA

Duri. Start 10 Februari 2011

No comments:

Post a Comment