Monday, November 26, 2012

Menepis Kabut Ketakutan


Hadirmu memberi nuasana biru di hatiku
Menghadirkan hijau yang menyejukkan jiwa, menenangkan raga
Merah yang biasanya menghadirkan semangat sering berganti menjadi cemburu
Maaf...ku tak tau menyimpan pilu dan cemburu di tempat yang tersembunyi
Indahnya pelangi karena beda warnanya
Seindah warna warni kehidupan yang kita toreh di lembar kehidupan
Sekarang...haruskah hitam  turut mewarnai pelangi menjadi kabut ketakutan?

Hitam pekat dan kelabu...mulai menutupi indahnya pelangiku
Kita sadar sedang bermain di atas luka..tertawa diselingi perih tapi tak kuasa berhenti
Berulang mencoba berhenti...selalu ada celah kita bermain di atas luka
Perasaan yang seharusnya tidak boleh tumbuh diantara kita

Pelangi hadir setelah rintik hujan
Senyuman hadir setelah tetesan air mata
Sekarang...haruskah hitam menjadi warna baru di pelangi hatiku
Dan menepis kabut ketakutan yang seharusnya kita tepis diawal menggoreskan pelangi

Jakarta, 26 November 2012
Untukmu yang memberi pelangi indah
 H-3 menanti hari baru